Alhamdulillah sebanyak ciptaan mu ya Allah, kemarin adikku yang paling kecil telah lahir tanggal 3 Juni 2010, perempuan, manis, cantik, lucu dan kemarin tanggal 11 telah diresmikan nama adikku dengan nama Nur Zahraa (Cahaya yang Bercahaya), Ibu dan Ayahku telah menamakan dengan nama tersebut atas usulan dari aku, wah senangnya....
"Ya Allah, jadikanlah adikku (Nur Zahraa) menjadi Wanita yang Shalehah yang di kagumi oleh penduduk langit dan bumi karena ke Shalehannya. Jadikan Adikku (Nur Zahraa) Wanita yang berbakti kepada Kedua Orang tuanya dan lindungi lah Adikku (Nur Zahraa) dari segala bentuk kemaksiatan, Jadikanlah Adikku (Nur Zahraa) Wanita yang Pintar, Cerdas, Bijaksana dan Rendah Hati, Amin ya Rabbal 'alamin"
Jumat, 11 Juni 2010
Aku Punya Adek Baru (Nur Zahraa)
0 komentar
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
21.52
Jumat, 28 Mei 2010
Shalat Jum'at
0 komentarGara-gara ingin menunaikan shalat jum'at hari ini, eh malah tangan kiri terluka terkena pagar, awal mulanya karena pagar di kunci dan kunci gak ketemu paksa deh, pakai jurus ninja naruto, waktu pergi berhasil lewat, tapi ketika pulang dan masuk kerumah, eh malah tangan kiri nyangkut di pagar, padahal aku udah hati-hati lompatnya, syukur deh sekarang udah mendingan tangan kiri ini,
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
02.15
Rabu, 05 Mei 2010
Ada Masalah...
0 komentarWah... kali ni aku cuman mau curhat disini... tentang masalah ku hari ini, dari uang kuliah belum kebayar sampai cicilan ke lima, tugas pada numpuk... kerjaan lumayan di tempat kerja... capek deh... tapi aku seneng ni barusan aja, baru peresmian nama seekor anak kucing.. yang aku beri nama Jidan... imut, baik, dan semangat selalu itu dia latar belakang kucingku ini, seneng deh pokoknya ni aku lagi ngerjai tugas kuliah tentang java... harus download software nya dulu sampai 20 menit.. wah lama juga kan padahal dah pakai IDM...
belum lagi ngerjai tugasnya ni...tapi aku tetap berusaha dan tawakal ni.. biar gak tergantung sama orang lain tapi cuman tergantung sama Allah, karena bagi ku Dia adalah segalanya... aku malu kalau Allah sampai tegur aku... hi hi hi serem....
udah dulu ya... ni udah mau selesai download nya lain kali kita sambung lagi... InsyaAllah...Amin. Wassalam
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
07.44
Jumat, 19 Maret 2010
Idolaku.... (Bagian 10)
0 komentarwah..... seru pembahasan pagi ini, tentang Iman, Ibadah, Akhlak.....
Aku baru tau kalau Akhlak itu ternyata perbuatan kita yang kita lakukan tanpa ada unsur perencanaan sebelum melakukannya, misalkan kita melihat orang yang terjatuh lalu kita langsung menolong orang tersebut, kita mendengar azan lalu kita langsung berangkat ke Mesjid, ya bisa dikatakan Akhlak itu timbul dari hati yang paling dalam gitu..., tapi aku gak habis fikir ternyata Rasul kita itu luar biasa akhlaknya ya... bayangin coba ketika Beliau menyebarkan dakwah di Thaif, ketika itu beliau di lempar batu, tahi, dan lain sebagainya tapi ketika malaikat jibril menawarkan agar Rasul SAW berdoa untuk menimpahkan gunung kepada masyarakat Thaif, Rasul malah bilang ya Allah mereka belum mengetahui dan jadikan keturunan mereka untuk memeluk Islam.... Subhanallah....
Tau gak pada waktu rasul berjalan ke Mesjid Beliau di ludahi oleh seorang kafir qurais dan itu di lakukan setiap Rasul pergi ke Mesjid, maklum mesjid tersebut melewati rumah qurais tersebut, la... kalau kita di ludahi balasannya bukan ludah malah muntahan mungkin... he he he, tapi Rasul gak... namun ketika suatu hari qurais tersebut tidak meludahi beliau, beliaupun mencari informasi kemanakah qurais tersebut, akhirnya beliau mengetahui bahwa qurais tersebut sedang jatuh sakit, wah... kalau kita tau musuh lagi sakit, Alhamdulillah... tapi Rasul gak... Beliau datang dengan membawa buah tangan dan beliau jenguk kafir qurais tersebut, tau gak apa kata kafir qurais tersebut, "ya Rasulullah...... belum ada seorangpun yang datang menjenguk aku namun Engkau yang setiap hari aku ludahi datang lebih dahulu dari yang lainnya maka dengar kanlah ucapanku Asshadualailahaillallah Wa ashaduanna Muhammadurrasulullah". seketika itu juga kafir qurais tersebut memeluk islam.(wah... luar biasa ya akhlak Rasul Kita, patut dicontoh itu).
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
20.14
Jumat, 12 Maret 2010
Ngaji Lagi (Bagian 9)
0 komentarWah lama.... gak ketemu ni...
Tadi pagi aku baru mulai mengaji sama teman KAMMI dan UKDM yang lainnya, Murrobbi nya ternyata mantap cara menyampaikannya, membuat aku pilu dan bersemangat, bayangin coba... ada Kader kita juga yang tertangkap karena nyebarin islam tapi gak di Indonesia yaitu di Mesir.. mereka di tuduh mengajarkan aliran sesat... padahal itu karena mereka takut dengan gerakan Kader Islam itu sendiri. tau gak pemimpin gerakkan yang saya maksud itu sapa? ya... gak salah lagi Hasan Al Banna, Subhanallah ketika baru dengar namanya aja aku udah takjub apalagi melihat kisah kehidupannya, bisa masuk Islam lagi dan lagi ni... he he he, Hasan itu ternyata memplopori gerakan Ikhwanul Muslimin.... Karena aktivis dakwa yang dibawa Hasan Al Banna pada waktu itu sangat dan cukup banyak serta amat sangat berkomitmen dengan Islam, Al hasil ada seorang kader wanita / Ahwat yang ditangkap oleh pemerintah mesir yang pada saat itu pemerintah mesir masih menjadi boneka dari amerika serikat.. tau gak apa yang dilakukan mereka kepada Ahwat tersebut, mereka mencambuk wanita tersebut hingga ratusan kali namun ahwat tersebut tidak terluka sedikitpun, karena dianggap oleh mereka ahwat ini memiliki kelebihan, Al hasil mereka memanggil singa-singa yang lapar untuk memakan ahwat tersebut, namun hasilnya nihil Ahwat tersebut dilindungi oleh Allah SWT, dan wanita itu sempat berdoa "ya Allah apakah pantas pertolongan ini untuk hamba" subhanallah itu ucapannya ketika singa-singa itu tidak memakan bahkan menyentuh nya sedikitpun tidak.la... . itu tadi sebagian kisah yang diberikan kepada Murrobi saya tadi pagi , saya ngaji tadi pagi sekitar jam 07.00 hingga jam 08.20... semoga ini menjadi awal yang baik bagi saya dan masa depan saya di dunia dan di akhirat. Thanks to Allah....
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
21.24
Minggu, 28 Februari 2010
Kampus dan Dunia ku (Bagian 8)
0 komentarAlhamdulillah aku bisa nulis diare lagi, aku mengenal banyak teman di kampus tercinta ku yaitu STMIK BUDIDARMA, disana aku mengambil fakultas Teknik Informatika Komputer, kenapa aku ngambil ini? ini adalah pilihan ku, ya! pilihanku, tiada unsur paksaan atau pun ajakan dari siapapun, bahkan awal aku masuk dunia Komputer aku telah pasang tekad bahwa aku harus kuasai seluk beluk komputer itu sendiri, emang sih banyak tantangannya, tapi saat itu aku mulai memiliki banyak teman disaat masih semester 1, baik teman-teman yang memiliki satu pandangan /prinsip maupun yang beda pandangan.
Saat itu aku sih kenal akrab dengan teman yang bernama Rama, dia adalah teman ikhwan pertama ku di kampus, orangnya cukup pinter dan berpendidikan, banyak hal juga yang aku pelajari dari dirinya meski ia tidak begitu mengetahui nya.
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
03.25
Senin, 22 Februari 2010
Kuliah (bagian 7)
0 komentarakhirnya aku bisa ngelanjuti diareku ini, setelah aku ikut pengajian akhirnya keluarga kami mulai hidup bernaungan dengan Sakinah yang telah Allah gambarkan dalam Al-qur'an, namun Allah juga memberikan ujian kepada keluarga kami dari hinaan, cacian, ejean sampai pada pengucilan.... tapi keluarga kami tidak gentar sedikitpun karena ayah dan ibu ku memiliki prinsip, sesuatu yang udah ditetapkan Allah pasti terjadi dan yang tidak ditetapkan Nya maka tidak akan terjadi. lama juga sih dengan kondisi terkucil lebih kurang 2 tahun, akhirnya sebagian dari mereka sadar dan mengerti Islam itu seperti apa sih. kalau aku sendiri saat sekarang sudah duduk di bangku perkuliahan dan menginjak semester 6, repot juga sih kuliah pa lagi aku sambil kerja juga untuk bantu-bantu orang tua, tapi aku tetap nikmatin itu semua layaknya keju yang sangat lezat... he he he ngomong-ngomong jangan ngences ya... saat aku masuk bangku kuliah disemester 1 aku sangat canggung, maklum la wong deso, jadi aku kesana kemari gak brani alias grogi, di tambah lagi aku gak kenal siapa-siapa di Medan pada waktu itu... wah pokoknya getir deh. kita sambung lagi besok ya...
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
19.38
Kamis, 11 Februari 2010
Allahuakbar (bagian 6)
0 komentarini adalah kisah yang tak pernah aku lupakan dalam kehidupan ku ini, berawal dari ayahku, ayahku belum lama mengikuti satu pengajian yang bernama jama'ah tabligh (bersama-sama menyampaikan) kalau ga salah tu... kalau ada yang mau perbaiki artinya, aku perbaiki ntar, ayah ku sendiri mengenal jama'ah ini sudah agak lama sih...
tapi aku baru-baru aja, ketika lebih kurang 1 tahun , aku mencoba untuk keluar mengajak umat manusia yang sedang memikirkan keduniaan, disini aku mulai mengenal setiap karakter manusia yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya,... kita sambung besok ya.. udah malam ni, ngantuk. jangan lupa besok bangun subuh ya.... tapi kalau aku yang kesiangan dibanguni juga ya friends....
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
06.22
Awal Mula Aku berorganisasi (bagian 5)
0 komentarAku mengenal organisasi juga melalui Kak Nasir dan Kak legino, dan organisasi pertama kali yang ku kenal itu adalah BKPRMI dan Remaja Mesjid, disini aku mulai di godok dan di tempah habis-habisan, saat itu aku pernah mengikuti pesantren kilat ramadhan selama 3 hari dan bertepatan lokasinya di Sei Mati tempat Guru atau Murobbi aku yang lainnya yang bernama Kak Ai (Aidir), Kak Ibun, Kak Abdurrahman, dan masih banyak lagi sesepuh disana. Kalau dipesantren ini saya diajari bagaimana bisa mengenal Tuhan dan Bagaimana memahami tiap-tiap makna yang terkandung didalam Al-qur'an (Tadabbur), Mantap deh......, setelah selesai penggodokan selama 3 hari dua malam aku dan teman-temanku pulang kekampung dengan perasaan rinduuuuuu bangeeeeettttt sama kedua orang tua, sampai mau nangis deh, karena di pesantren di ajari bagaimana agar kita bisa mencintai orang tua kita sebagaimana mereka mencintai kita, walau cinta kita dengan orang tua tu..jauh beda. Ga pernahnya aku pulang cium tangan Ibu dan Ayah, tiba-tiba aku pulang cium tangan mereka dan tau ga... mereka sangat bangga dengan aku mengikuti acara yang diadakan guru ku itu (Kak Nasir) perubahan demi perubahan telah aku lakukan yang dulunya aku menyembah berhala dan buat susah orang tua akhirnya aku mulai berubah sedikit demi sedikit tapi pasti. Kedua orang tuaku selalu mendukung aku jika aku mengadakan acara keagamaan dengan Kak Nasir dan Guru lainnya, disinilah titik awal keyakinan ku bahwa aku sudah dipercaya oleh kedua orang tuaku (subhanallah), semenjak itu aku mulai disibukkan dengan seambrek kegiatan ke agamaan.
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
05.53
Aku mulai memahami (bagian 4)
0 komentarKetika aku mengaji dengan M.nasir (kami biasa memanggil kak Nasir) yang sering memberikan pencerahan dan ceramah agama kepada aku dan teman-teman, disini aku mulai mengenal Islam lebih jauh lagi, Islam adalah agama Rahmatan Lil ‘alamin, Islam adalah agamanya semua nabi dan rasul, Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan. Selain aku belajar Iqro, aku diajari banyak hal tentang Islam, Misalnya Shalat, berbakti kepada Orang Tua, berbuat baik kepada sesama, cara menghormati guru, dan yang paling penting aku diajari bagaimana aku bisa mencintai Tuhan diatas segalanya. Setelah beberapa bulan aku mengaji dengan Kak Nasir, aku pun mulai mengenal siapa guruku ini, ternyata beliau memiliki latar belakang yang mengagumkan, beliau kuliah di STAI JM, pada masa beliau masih sedikit sekali yang berminat untuk memasuki perkuliahan namun beliau punya tekad yang luar biasa. Setelah aku mulai memasuki jenjang membaca Al-qur’an datanglah seorang guru lagi yang tidak kala Ilmu dan pandangan beliau tentang Islam, beliau bernama Legino dan kami biasa memanggil beliau dengan panggilan kak legino. Dengan merekalah aku mulai meninggalkan kebiasaanku menyembah atau memasang sesaji baik itu perintah nenek moyang ataupun perintah teman-teman, terima kasih Kak Nasir dan Kak Legino semoga tetap dalam pakaian takwa
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
03.20
Selasa, 09 Februari 2010
Aku Mulai Mengaji (bagian 3)
0 komentarAku mulai mengaji pada saat aku duduk di kelas satu SD, saat kelas satu SD aku baru Iqro satu dan pada Saat kelas dua SD aku Iqro dua, aku diajari mengaji oleh seorang guru yang memiliki ilmu pengetahuan yang luar biasa, nama guru ku tersebut adalah Pak Misli dan Bang Eko, mereka berdua mengajari ku mengaji hingga aku Iqro lima dan aku sudah mulai hafal dengan bacaan sholat, suatu hari karena ada Isu yang tidak sedap untuk didengar akhirnya aku berhenti mengaji hingga kurang lebih satu bulan, dan aku melanjutkan mengaji dengan seorang guru yang bernama Muhammad Nasir, beliau juga masih memberikan motivasi dan pengajian kepada saya jika saya berada di Kampung, guru ku yang satu ini pada saat itu masih mudah dan belum menikah. Beliau dibantu dengan adik dan teman-teman beliau. Beliau memiliki pandangan yang luas tentang agama Islam
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
00.10
Senin, 08 Februari 2010
Aku Masuk SD (bagian 2)
0 komentarDalam kondisi masih menyembah gundukan, aku dimasukan ke sekolah dasar di SD Negeri 054912 letaknya di Kwala pesilam Afdeling II bangunan, disini aku memiliki teman baru dan cukup banyak hingga aku merasa senang sekali, ditambah lagi awal aku masuk SD aku diantar ibuku setiap pagi dan di jemput ketika aku pulang sekolah oleh Ibuku tercinta, aku dalam keadaan takut dan senang pada saat pertama kali menginjakkan kaki ku di sekolah, takutku karena aku belum mengenal dunia luar dan senangku karena ada ibu disampingku yang selalu setia menemaniku (Subhanallah), terima kasih ibu.
Tidak sampai disini pengorbanan ibuku, ketika aku sakit aku dijenguk disekolah dan dibawa ibuku kesebuah menteri yang telah disediakan oleh PT dimana ayahku bekerja, ibu ku sangat mengkhawatirkan kesehatanku hingga sampai aku menulis diare ini.
Disaat aku kelas dua SD, aku mulai diperkenalkan oleh Ibuku dengan mengaji Iqro dan Alif-alif, disini lah aku baru mulai mengenal kehidupan yang sesungguhnya dan betapa luar biasanya cinta seorang bunda kepada anaknya, ikuti kisah selanjutnya yang berjudul "Aku Mulai Mengaji"
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
23.49
Pandangan Hidup (bagian 1)
0 komentarSegala sesuatunya berhulu pada pandangan-hidup. Kita akan menganut prinsip-hidup yang bersesuaian dengannya, dan Kitapun akan menganut pola-pikir yang bersesuaian dengan prinsip-hidup Kita itu. Oleh karenanya berhati-hatilah di dalam mengadopsi sebentuk pandangan-hidup tertetu. Ia akan secara signifikan sangat menentukan jalan-hidup Anda secara keseluruhan. Apapun agama yang kita anut lantaran kelahiran, awalnya, kita mungkin belum punya sebentuk pandangan-hidup tertentu yang pasti. Kita masih menjalani hidup secara coba-coba, dengan meraba-raba. Di dalam menjalaninya selama ini, mungkin kita telah tabrak-sana-tabrak-sini, sampai dengan menemukan sebentuk pandangan-hidup yang rasanya cocok, sesuai dengan kondisi fisiko-mental kita. Namun, kita mesti selalu ingat kalau kendati sesuatu rasanya cocok, ia belum tentu juga baik buat kita. Apa yang kita perlukan untuk menjalani hidup ini bukanlah yang rasanya cocok atau yang kita senangi, melainkan yang baik dan mendatangkan kebaikan buat kita dan orang lain; bahkan bila mungkin, ia juga bisa mendatangkan kebaikan buat sebanyak-banyaknya orang. Disinilah kita perlu amat berhati-hati.
awal mula pandangan hidupku semua berawal dari sebuah desa yang bernama Kw. Pesilam, dimana aku dilahirkan dari keluarga yang taat beragama lagi memiliki nilai-nilai adat yang tinggi, Ibuku sendiri adalah wanita yang tidak begitu cantik namun memiliki hati yang suci laksana mutiara yang terkena sinar mentari yang semakin berkilau kecantikan hatinya, ayahku sendiri adalah pria yang gagah perkasa tak kenal lelah maupun letih dalam menapaki hidup ini, dan adikku yang pertama bernama Yuswita, dia adalah sosok wanita sholehah yang pernah aku temui didalam kehidupan ini, sosok yang dirindukan setiap pria dalam mengarungi kehidupan yang panah ini dan dia lahir pada tahun 1991 dan adikku yang kedua bernama Muhammad Ridho yang amat bijaksana dalam bertutur kata lagi santun perangainya, ia lahir tahun 1996. Dan aku sendiri adalah pria yang dilahirkan sebagai abang dari kedua adik-adik ku ini, aku lahir pada tahun 1989.
saat aku lahir kedunia ibu dan ayahku sudah memiliki rumah sendiri yang cukup mewah dan terletak di daerah stabat, pada saat itu ibu dan ayahku masih bersebelahan tinggal dengan keluarga ayahku yang lainnya, dimana pada saat itu ibuku cukup merasa tidak enak hati dikarenakan apa yang telah ibuku buat untuk kebaikan ayahku dianggap salah oleh mereka, sehingga sekitar usia ku 4 tahun dan adikku Yuswita berusia 2,5 tahun berpindah tempat tinggal disebuah Pondok yang bernama Kw. pesilam, disana lah... aku mulai hidup baru, aku belum mempunyai teman sedikitpun dan ketika aku mulai memiliki teman, ternyata temanku belum mengetahui hakikat kehidupan ini (maklum masih berusia sekitar 7-8 tahun) sehingga mereka mengajak ku untuk menyembah sebuah gundukan tanah (gumuk dalam bahasa jawa) pertama aku menyembah gundukan tanah hatiku risau tak karuan karena aku beranggapan aku yang bodoh atau mereka yang bodoh sih, lambat laun aku juga terbiasa dengan kebiasaan mereka dan akhirnya aku ikut menyembah gundukan tanah tersebut hingga kami berikan sesaji berupa makanan yang kami makan juga setiap seminggu sekali.(Astaghfirullah).
Diposting oleh
Fikir Muslim Indonesia
di
22.32